Penantian Rahasia

Selama tabuh badan tetap pada kewajibannya
Selama puspa bangsa tetap berwarna putih
Aku akan tetap menunggu
Menantimu disiang hari
Dengan cahaya hati yang menerangi namamu
Seperti matahari yang menerangi bumi
Menunggumu disore hari
Dengan harapan lembut berharap kau datang
Seperti senja yang setia menunggu malam
Menantimu dimalam hari
Dengan ditemani bulan dan bintang
Meski terkadang tak tampak karena kabut
Seperti itu pula penantian rahasiaku
Setia menanti meski kau tak tahu kau ku nanti
Kau akan slalu ku nanti
Dalam penantian rahasiaku
Hingga akhirnya mata begitu lelah dan terpejam
Puspa bangsa pun berjatuhan
Indera pun tak lagi berfungsi
Hitam jadi warna abadimu
Dan putih warna abadiku
Masa itu menjadi tanda abadi penantian rahasiaku
Terkecuali kau kembali
Membuyarkan lamunanku akan dirimu
Mewujudkan impianku akan harapanmu
Maka saat itu rasa hatiku akan terwakili
Oleh butiran air mataku
Dan desah syukurku
Saat itu, penantian rahasiaku bukan lagi rahasia
Dan penantian berubah menjadi kenyataan
Hati ini kan tetap abadi menantimu
Meski aku tak abadi di hatimu
Aku bahagia menantimu
Aku akan menunggumu
Menantikanmu dan terus menantikanmu…
Karya: Tiara Tsani
2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s