jenis-jenis akad

A. Transaksi
Transaksi adalah kejadian ekonomi/keuangan yang melibatkan paling tidak dua pihak yang saling melakukan pertukaran atau kegiatan lainnya berdasarkan ketetapan hukum/syariat yang berlaku.
Menurut Dr. Ahmad Rodoni dalam bukunya Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Konsep dasar transaksi ekonomi islam adalah :
  1. Efisiensi, Mengacu pada prinsip saling menolong untuk berikhtiar dengan tujuan mencapai laba sebesar mungkin dan biaya yang dikeluarkan selayaknya.
  2. Keadilan, mengacu pada hubungan yang tidak mendzolimi (menganiaya), saling ikhlas mengikhlaskan antara pihak-pihak yang terlibat dengan persetujuan yang adil tentang proporsi bagi hasil, baik untung maupun rugi.
  3. Kebenaran, mengacu pada prinsip saling memberikan bantuan dan nasehat dalam usaha meningkatkan produktivitas.
B. Akad
Pengertian Akad
Akad secara bahasa berarti al-rabth (ikatan, mengikat). Al-rabth, yaitu menghimpun atau mengumpulkan dua ujung tali dan mengikatkan salah satu pada lainnya hingga keduanya bersambung dan menjadi seperti seutas tali yang satu.
Akad adalah pertalian antara ijab dan qobul yang dibenarkan oleh syara’ yang menimbulkan akibat hukum terhadap obyeknya. Sedangkan ijab dalam definisi akad adalah ungkapan atau pernyataan kehendak melakukan perikatan (akad) oleh suatu pihak, biasanya disebut sebagai pihak pertama. Dan qobul adalah pernyataan atau ungkapan yang menggambarkan kehendak pihak lain, biasanya dinamakan pihak kedua, menerima atau menyetujui pernyataan ijab.
Akad berdasarkan kegiatannya dikelompokkan menjadi tiga, yakni akad untuk Penghimpunan dana, Penyaluran dana dan Jasa keuangan lainnya. Sedangkan berdasarkan tujuannya, akad dibagi ke dalam 2 kelompok yakni Tabarru dan Tijarah.
Al Wadiah adalah konsep dimana pemilik dana menyimpan uang untuk dijaga oleh bank. Bank kemudian akan meminta izin untuk menggunakan dana tersebut, segala keuntungan dan risiko akibat dari penggunaan dana itu akan ditanggung  oleh pihak bank. Pemilik dana diberi kebebasan untuk mengambil kembali dana baik sebagian atau seluruhnya tanpa waktu yang ditentukan,
No
Bunga
Bonus (ATHAYA)
1.
Diperjanjikan
Tidak diperjanjikan
2.
Disebutkan dalam akad
Merupakan pemberian yang bersifat sukarela dari pihak bank
3.
Ditentukan dalam persentase yang tetap
Ditentukan sesuai dengan keuntungan riil bank.
Dalam bahasa keuangan, Mudharabah dikenal dengan istilah investasi dan kerja sama mitra usaha atau trust investment/trust financing. Dalam Trust Investment, aplikasi Mudharabah diterapkan pada tabungan dan deposito sedangkan dalam Trust Financing aplikasi diterapkan pada pembiayaan dengan bagi hasil dari suatu kegiatan usaha. Mudharabah dapat diartikan sebagai pemilik modal menyerahkan modalnya kepada pekerja/pedagang untuk diusahakan/dikelola sedangkan keuntungan dagang itu dibagi menurut kesepakatan bersama.
Mudharabah adalah akad usaha dua pihak dimana salah satunya memberikan modal (Shohibul Maal) sedangkan yang lainnya memberikan keahlian (Mudharib), dengan nisbah keuntungan yang disepakati dan apabila terjadi kerugian, maka pemilik modal menanggung kerugian tersebut. Mudharabah Muthlaqah (UnRestricted Invesment),             Tidak ada pembatasan bagi bank dalam menggunakan dana yang dihimpun. Nasabah tidak memberikan persyaratan apapun kepada bank, Jenis mudharabah muqayyadah ini merupakan penyaluran dana langsung kepada pelaksana usahanya, dimana Bank bertindak sebagai perantara yang mempertemukan antara pemiliki dana dan pelaksana usaha
Murabahah adalah akad jual beli antara Bank/penyedia barang dengan nasabah/pemesan untuk membeli barang. Dari transaksi tersebut Bank mendapatkan keuntungan jual beli yang disepakati bersama Pada transaksi jual-beli, penjual harus menyebutkan dengan jelas barang yang diperjualbelikan dan tidak termasuk barang haram. Demikian juga, harga pembelian dan keuntungan yang diambil dan cara pembayarannya harus disebutkan dengan jelas. Harga jual bank adalah harga beli dari pemasok ditambah keuntungan yang disepakati bersama. Jadi, nasabah mengetahui keuntungan yang diambil oleh Bank. Selama akad belum berakhir maka harga jual-beli tidak boleh berubah. Apabila terjadi perubahan maka akad tersebut menjadi batal.
Pembiayaan Murabahah
Kredit Bank Konvensional
  • Transaksi jual beli, sehingga dikenal adanya harga jual dan harga beli
  • Transaksi meminjamkan uang sehingga dikenal adanya bunga
  • Pembiayaan pengadaan barang
  • Pembiayaan pengadaan barang, dapat juga untuk biaya operasional
  • Semua proyek yang dibiayai tidak boleh bertentangan dengan syariah
  • Tidak ada kaitan barang dengan ketentuan syariah
  • Tidak diperkenankan adanya kenaikan jual apabila telah disepakati bersama
  • Dimungkinkan adanya kenaikan suku bunga tanpa harus adanya persetujuan nasabah
Salam adalah perjanjian dimana pembeli memesan barang dengan spesifikasi yang telah ditentukan sebelumnya, dengan pembayaran yang dilakukan sebelum barang tersebut selesai dibuat, baik secara tunai maupun angsuran, dan penyerahan barang tersebut dilakukan pada suatu saat yang disepakati di kemudian hari. Dengan demikian dalam transaksi Salam, pembeli pemesan memiliki piutang barang terhadap penjual, dan sebaliknya penjual mempunyai utang barang kepada pembeli.
Salam:
  • Pada salam, pengukuran dan spesifikasi barang sangat jelas (kuantitas, kualitas, harga, dan waktu penyerahan).
  • Adanya kerelaan antara kedua belah pihak dalam menyepakati harga.
Ijon  :
  • Pada ijon, barang yang dibeli tidak diukur dan ditimbang secara jelas dan spesifik (kuantitas, kualitas, harga, dan waktu penyerahan).
Penetapan harga beli sangat tergantung kepada keputusan sepihak tengkulak
Akad Istishna’  ialah akad yang terbentuk antara pemesan sebagai pihak pertama dengan seorang produsen suatu barang atau yang serupa sebagai pihak kedua, agar pihak kedua membuatkan suatu barang sesuai yang diinginkan oleh pihak pertama dengan harga yang disepakati antara keduanyasyarat yang paling penting pada akad istisna’ adalah pada bahan mentah atau raw material dari barang pesanan tersebut yang harus disediakan sendiri oleh si penjualnya. Apabila bahan mentah berasal dari si pembeli, perjanjian ini tidak bisa disebut sebagai akad istisna’ tetapi menjadi akad ijarah
Musyarakah adalah akad kerja sama antara kedua belah pihak atau lebih untuk suatu usaha dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.
Mudharabah menurut istilah, adalah suatu akad syirkah dalam laba dimana salah satu pihak pemilik harta dan pihak lain pemiliki jasa, (Al-Jaziri, 1969). Mudharabah adalah penanaman dana dari pemiliki dana (Shohibul Maal) kepada pengelola dana (Mudharib) untuk melakukan, kegiatan usaha tertentu dengan pembagian dengan metode bagi untung (profit sharing) atau metode bagi pendapatan (net revenue sharing) antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya.
Dengan demikian pada hakikatnya ijarah adalah penjualan manfaat yaitu pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang dan jasa dalam waktu tertentu melalui pembayaran sewa/upah tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan barang itu sendiri. Akad ijarah tidak ada perubahan kepemilikan tetapi hanya perpindahan hak guna saja dari yang menyewakan kepada penyewa.
Objek yang disewakan dalam leasing hanya berlaku untuk sewa menyewa barang saja, terbatas pada manfaat barang saja, tidak berlaku untuk manfaat tenaga kerja. Sedangkan objek yang disewakan dalam ijarah bisa berupa barang dan jasa/tenaga kerja. Ijarah bila diterapkan untuk mendapatkan manfaat barang disebut sewa menyewa dan untuk mendapatkan manfaat tenaga kerja/jasa disebut upah mengupah. Objek yang disewakan dalam ijarah adalah manfaat barang dan manfaat tenaga kerja. Dengan demikian, bila dilihat dari segi objeknya, ijarah mempunyai cakupan yang lebih luas daripada leasing. Dari segi metode pembayaran, leasing hanya memiliki satu metode pembayaran yaitu yang bersifat not contingent to formance artinya pembayaran tidak tergantung pada kinerja objek yang disewa.
Pembayaran ijarah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ijarah yang pembayarannya tergantung pada kinerja objek yang disewa (contingent to formance) dan ijarah yang pembayarannya tidak tergantung pada kinerja objek yang disewa (not contingent to formance).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s