episode 4#

Imam asy-Syafi’i berkata, “…Kalau ternyata nafsumu mendorong untuk membalas keburukan seseorang atas dirimu, maka renungkan kebaikan-kebaikan yang pernah ia lakukan untukmu, lalu gugurkan satu dari padanya sebagai balasan atas dosanya. Tapi jangan sekali-kali untuk mengurangi kebaikan-kebaikan lainnya hanya karena dosa yang satu ini, karena itulah kedzhaliman yang sesungguhnya…” “Jika kamu memiliki sahabat dekat maka peganglah erat-erat. karena mencari sahabat amatlah susah, sedang memutuskan persahabatan itu mudah.” (Shifatus Shafwah, 1/234)
Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata, “Berlindunglah kepada Allah dari fitnah seorang hamba yang bodoh dan fitnah seorang berilmu yang berbuat kejelekan, karena fitnah keduanya adalah sumber segala fitnah.” [Imam Al-Baghawi, Syarhu as-Sunnah, II/318]
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepadamu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kekikiran, pikun, dan azab kubur. Ya Allah, berikanlah ketakwaan pada diriku dan sucikanlah ia, karena Engkau-lah sebaik-baik Rabb yang mensucikannya, Engkau Pelindung dan Pemeliharanya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, nafsu yang tidak pernah puas, dan do’a yang tidak dikabulkan. [HR. Muslim no.2722 dan an-Nasa’i VIII/269]
“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rizki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka.” [HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, An-nasa’i, Ibn Majah, dan Al-Hakim]
Rasulullah bersabda: “Dua perkara yang hukumannya dipercepat semasa di dunia, perbuatan dzhalim dan durhaka kepada kedua orang tua.” {Shahih, HR. al-Hakim]
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “….Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar:10)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, memenuhi undangan dan mendoakan orang yang bersin (dengan Yarhamukallah)” [HR. Bukhari: III/90, Muslim: 2162]
“Sesungguhnya seorang hamba berkata dengan kalimat yang diridhai Allah, yang tidak terpikirkan sebelumnya, namun dengannya Allah akan mengangkat derajatnya. Dan seorang hamba berkata dengan kalimat yang dimurkai Allah, yang tidak terpikirkan sebelumnya, namun dengannya ia akan  jatuh di neraka Jahannam.” [HR. Bukhari]
“Jauhkanlah olehmu kebiasaan menunda-nunda kebaikan karena kamu bersama kematianmu, bukan bersama hari esokmu. Jika hari esok itu milikmu, maka bersungguh-sungguhlah didalamnya. Sebagaimana kamu bersungguh-sungguh di hari ini. Jika tidak, maka hari esok tinggallah penyesalan karena kamu menyia-nyiakan hari ini.” [Perkataan Hasan al-Basri]
Dari Abu Amr ra, saya berkata, “Wahai Rasulullah, katakana kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada seorangpun selainmu. Beliau SAW bersabda: “Katakanlah, saya beriman kepada Allah kemudian istiqomahlah.” [Shahih. HR. Muslim]
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lain. Namun keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau terimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakana: Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ akan tetapi hendaklah kau katakana: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan kalau (seandainya) dapat membuka pintu syaithan.” [HR. Muslim] dari sahabat Abu Hurairah ra.
“Maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang lebih baik daripada derajat puasa, shalat, shadaqah, dan amar ma’ruf nahi munkar?” Para sahabat berkata, “Mau wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Mendamaikan hubungan, karena kerusakan hubungan adalah pemotong. Aku tidak mengatakan memotong rambut, tetapi memotong agama.” [Shahih. HR. Ahmad VI/444-445, Abu Dawud no.4919, at-Tirmidzi no.2509, Bukhari no.391, dan lainnya]
“Wahai Rasulullah, apakah kami akan dihukum lantaran apa yang kami ucapkan?” Nabi menjawab, “Wahai Mu’adz, celakalah engkau, bukankah manusia dicampakkan ke neraka dengan telungkup (wajah dibawah) melainkan akibat dosa lisan-lisan mereka?” (HR. At-Tirmidzi:2616, ia berkata, Hadits Hasan Shahih. dan Al-Albani berkata, ‘Shahih’]
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan hamba dari neraka selain pada hari ‘Arafah.” [HR. Muslim]
Dari Abu Qotadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Puasa Arafah, saya mengharapkan kepada Allah agar mengampuni dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya…” [HR.Muslim]
Don’t give your knowledge to people who don’t want to sue. Don’t scatter your pearls to people who don’t want to take it. And don’t title your wares in front of people who would destroy it. [Yazid bin Maisaroh]
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: “Dunia ini terlaknat. Terlaknat apa yang ada padanya, kecuali berdzikir kepada Allah dan apa yang seumpamanya serta seseorang yang berilmu atau yang menuntut ilmu.” [HR. Ibnu Majah, At-Tirmidzi; dan ia berkata ‘Hadits Hasan’; dan Syaikh Al-Albani berkata, ‘Hasan Shahih’.]
Daud bin Zabarqaan ia berkata: Telah berkata Ayub, “Tidak akan mulia seseorang hingga ia memiliki dua kebiasaan; menjaga kesucian diri dari apa-apa yang terjadi pada manusia dan memberikan kelonggaran (maaf) kepada mereka.” [Raudathul ‘Uqlaa’l hal.131]
Pesan Urwah kepada anak-anaknya: “Kalau kalian melihat orang berbuat kebaikan, ketahuilah kebaikan tadi mempunyai saudara-saudara padanya. Namun bila kalian melihat seseorang berbuat maksiat, ketahuilah bahwa kemaksiatan itu memiliki saudara-saudara padanya. Karena setiap kebaikan akan menghantarkan pelakunya pada saudaranya, sebagaimana maksiat juga menghantarkan pelakunya pada saudaranya.” [Al Wafi bil Wafayat, 6/359]
Dari Abu Hurairah, ‘Abdurrahman bin Shakr ra, ia berkata: aku mendengan Rasulullah bersabda: “Apa saja yang aku larang kamu melaksanakannya, hendaklah kamu jauhi dan apa saja yang aku perintahkan kepadamu, maka lakukanlah menurut kemampuan kamu. Sesungguhnya kehancuran umat sebelum kamu adalah karena banyak bertanya dan menyalahi nabi-nabi mereka (tidak mau taat dan patuh)” [HR. Bukhari no.7288, Muslim no.1337]
“Beramallah engkau (dengan ilmu yang ada), karena tiap-tiap orang dimudahkan menurut apa-apa yang Allah ciptakan atasnya.” [HR. Muslim no.2647(7)]
“Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Talaq:3)
“Wahai ‘Aisyah hati-hatilah kamu terhadap amalan-amalan remeh yang mengakibatkan dosa, karena sesungguhnya amalan-amalan itu akan dituntut oleh Allah.” [Shahih, HR. Ibnu Majah no.4243, Ahmad VI/70 151, Ibn Hibban no.2497 dan lainnya]
“Iman terbagi menjadi lebih dari 70 cabang, yang tertinggi adalah persaksian bahwa tiada ilah (sembahan) yang berhak diibadahi kecuali Allah SWT, sedangkan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dijalan. Dan malu adalah bagian dari iman.” [HR. Bukhari:9, Muslim: 35, dengan redaksi yang berbeda-beda]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s