Dia atau Aku – (Kisah psikologi)

Karin, sebut saja namanya Karin. gadis remaja yang mempesona namun sayang kehidupan keluarganya berantakan dan penuh kebencian.

mungkin selama hidupnya baru pertama kali ia membenci seseorang hingga ingin membunuh orang itu. hanya ada dua pilihan, “dia yang mati atau aku yang mati”. pemikiran itu terlintas begitu saja dalam benak gadis yang tengah duduk dibangku kelas 2 sma itu. bagi orang lain pemikiran itu tentu saja sangatlah tidak pantas, namun bila berada pada posisinya bisa jadi pemikiran itu menjadi sangat pantas.

Karin merasa bahwa dirinya sangat tidak dihargai oleh ibunya sendiri. seseorang yang seharusnya menjadi orang terdekat bagi Karin. namun nyatanya tidak demikian, sang ibu justru menjadi orang yang paling ia benci di dunia ini. sosok ibu yang hadir dalam sinetron dan film-film ternyata hanyalah fantasi belaka bagi Karin. ibunya jauh dari sosok lembut nan penyayang. ibunya sering memperlakukannya bagaikan orang yang harus membalas budi. kerapkali Karin merasa tersinggung atas ucapan ibunya yang menusuk-nusuk harga dirinya. Ditambah dengan sifat serakah sang ibu yang berusaha menguasai harta dan sangat tidak ingin anak-anaknya berpendidikan dan mengejar mimpi. Karin dibesarkan dengan rasa kebencian sehingga tak ada seorangpun yang ia percaya didunia ini. ia juga dibesarkan dengan cacian dan hinaan sehingga ia menaruh benci dan curiga pada setiap orang. baginya hanya ada dua jalan. pergi jauh dari rumah atau harus mengakhiri hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s