Lampung Berdarah

wow dari judul post nya aja udah serem banget. ingat gak kalian tentang kerusuhan yang terjadi di lampung selatan beberapa minggu lalu? yap yang sempat jadi top topic dalam berita. bayangkan kerusuhan berlangsung selama 3 hari berturut-turut dan menelan lebih dari 9 nyawa. gak cuma itu, ratusan rumah hancur dan dibakar. berapa banyak keluarga yang harus terlantar dan kehilangan anggota keluarganya akibat dari bentrokan dua kampung. kenapa ini jadi penting aku bahas? tiada bukan karna aku tinggal di tempat yang sama.

dengar cerita, awalnya bermula dari ketidakterimaan sebagian warga desa lampung atas perlakuan beberapa warga balinuraga yang katanya pula “hendak” menolong gadis lampung yang jatuh dari motornya. Namun dari pihak gadis menafsirkan hal yang berbeda yakni tindakan asusila. entah mana yang benar.

keadaan tersebut memunculkan pertikaian, terjadi bentrok antar dua desa tersebut yang dengan sangat kebetulan melibatkan dua etnis suku yakni bali dan lampung. tak ayal rasa sukuisme itu membara menjadikan halal untuk mengalirkan darah sesama manusia. sungguh sedih dan miris. kenapa hanya dipicu oleh hal kecil bisa berdampak kehilangan lebih dari 9 nyawa? kalo boleh dibilang ini adalah bukti nyata yang tak terbantahkan bahwa hukum di Indonesia tak berarti di mata rakyatnya. betapa masyarakat semena-mena bertindak menghakimi sendiri tanpa rasa bersalah. bukankah itu potret nyata ketidakpercayaan masyarakat atas hukum yg ditegakkan oleh aparat hukum di negeri ini. ya, dari dulu hingga sekarang, hukum itu bisa dibeli dari aparat hukum yang tak bermoral. aneh memang jika aparat hukum yang seharusnya menegakkan keadilan seadil-adilnya tapi memperjualbelikan hukum dengan murahnya. aku pikir andai saja hukum di negeri ini tegas, dg aparatnya yang bersih dan jujur pastilah gak akan begini jadinya.

Senin, 29 Oktober adalah jadwal aku pulang ke ciputat dari kalianda diantar oleh bapak ku tercinta menunggu bis siger di depan masjid agung kalianda. karena keberangkatan bis ternyata terlambat dari jadwal, akhirnya kami menunggu sembari mencuci mobil. tempat pencucian mobil kebetulan di samping masjid agung. sekitar jam 10an aku melihat gerombolan orang berkendara motor dan mobil bak terbuka melintas di jalan trans persis depan masjid agung. bukan karna mereka bergerombol yang membuatku tersentak, tapi benda-benda yang mereka bawa yang membuat bulu kuduk ku berdiri. masing-masing dari mereka membawa senjata tajam, ada yang membawa parang, tombak, dan linggis. entah senjata apa lagi yang ada. sekitar 15-30 menit kemudian terlihat segerombolan polisi dengan mobil ntah apa itu namanya berbaris dan berjalan pelan dari arah pemda ke jalan trans. dalam benakku, kenapa itu polisi baru bergerak? udah dari tadi orang2 bersenjata berseliweran. bukannya udah tau kemarin tuh rusuh yang merenggut 3 nyawa dan sangat mungkin akan terjadi kerusuhan balasan. aku jadi teringat film2 india dimana polisinya baru datang ketika pertarungan antara si penjahat dengan si jagoan telah berakhir dan babak belur. dan dengan entengnya berkata “apa yg terjadi? kamu tidak apa2?” duh polisi kita rupanya sama dengan polisi india dalam film2  >_<

barulah para polisi memblok jalan agar dapat memutus akses ke desa balinuraga. ohy penyerangan hari senin ini dilakukan oleh warga lampung ke permukiman balinuraga. aku dan bapak yang menunggu di depan masjid agung melihat dengan jelas segerombolan dari mereka yang membawa parang2 panjang, tombak dan linggis. boleh dibilang kami berada ditengah-tengah mereka. perasaanku mulai ngeri aku mengajak bapak pergi dari sini dan menunggu bis ditempat lain. bapak bilang “gak apa2, mereka gak akan bunuh kita” yaelah,,, kalo udah begini mah bisa aja namanya juga orang lagi kalap, apapun bisa ia lakukan tanpa perhitungan. oke tuh aku ikutin aja, kita tetep nunggu tuh. sesekali ku lihat gerombolan itu, nyuri2 pandang gitu dan sempat aku abadikan 2 foto. tentu gak ada yg tau kl mereka aku foto. ada yg menarik saat ku memperhatikan mereka, setiap orang memakai janur begitu juga dengan kendaraan yg mereka pakai. mungkin sebagai “ciri” untuk menandakan bahwa mereka dlm satu kelompok yang sama. Gak lama dari itu bapak bilang “kita pindah aja yuk” hehe itu dia yg ku tunggu,,, akhirnya cap cus berangkat ke SMA 2 kalianda mungkin sekitar 200 m dari masjid agung.

perhatikan gambar di atas, ini aku zoom, dan apa yg dia bawa? parang yg ukurannya panjang. sangat mengerikan bukan bila senjata tsb diarahkan ke tubuh manusia?

lihat juga gambar berikut. perhatikan dengan seksama pria yg berbaju coklat sedang mengendarai motor, ada sesuatu yg menyembul dari balik kaosnya. pikiranku lgsung otomatis menjawab itu senjata tajam yg ia bungkus dan sembunyikan di balik bajunya. perhatikan juga ada janur yang melingkar di pinggangnya begitu juga dengan motor berwarna biru yg ada dibelakangnya.

bangsa kita mudah sekali terpancing apalagi dengan hal-hal yang berbau etnis, atau antar kelompok. indonesia bangsa yang majemuk. berbagai suku bangsa hidup di negeri tercinta ini. tidak hanya perbedaan suku, melainkan juga perbedaan agama, warna kulit, adat-istiadat. sejatinya perbedaan bukan untuk membuat kita terpecah belah, melainkan untuk saling mengenal, saling menghormati, saling menghargai dan peduli menuju satu wujud yakni persaudaraan. Bhinneka Tunggal Ika.

Tentu saja mudah bagi Allah menjadikan manusia itu satu bangsa saja hanya ada satu suku, hanya ada satu agama, dan satu warna kulit. tapi tentu Allah Maha Tahu, Maha Bijaksana menjadikan manusia berbeda dengan tujuan yang mulia yakni untuk berbaur menjadi satu, saling mengenal seperti yang tercantum dalam surat Al Hujuraat ayat 13 ini:

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

bayangkan saja kalau kita dilahirkan hanya dengan satu bahasa, dengan satu suku, dengan satu warna kulit, mungkin kita “malas” mengenal orang lain karna toh semua sama saja dg kita. bahasanya sama, budayanya sama. tapi berbeda jika kita bertemu dengan orang dari suku lain, bangsa lain, dengan budaya yg berbeda memunculkan daya tarik kita untuk mengenal mereka dan kebudayaannya lebih dalam saling bertukar informasi… tentu saja topik yang diobrolkan akan menjadi kaya dan tidak monoton, karna begitu banyak hal yang kita tidak tahu karena kita berbeda…

__Kunci untuk dihargai adalah mampu menghargai orang lain__

__Perbedaan selalu ada dari hal kecil hingga kompleks namun bukan berarti kita hidup hanya untuk mempermasalahkan perbedaan__

__Perbedaan membuka ruang untuk bersatu namun bukan meninggalkan nilai-nilai yang kita yakini__

__Hidup itu ringan bila kita mau berDAMAI dengan diri sendiri dan orang lain__

😀 salam perdamaian ya, semoga Indonesia damai😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s