Gigiku #1

Rasanya capek bicara gigi dan gigi lagi ibarat sinetron cinta fitri yang udah ratusan episode tayang di tipi. masih inget donk dengan post “Dentist like A Monster”? yeah lanjutan kisah pergigian yang belum tamat. pengen segera bilang ke sutradara dan produser untuk segera mengakhiri balada pergigian ini.

Setelah medical check up beberapa waktu lalu aku sadar kalau kondisi kesehatan gigi dan mulut buruk dan harus mendapat penanganan segera. aku berazam untuk merubah kesehatan mulut dan gigi menjadi bagus, *tepuk tangan donkkk hehehe….. Aku mulai dari gigi seri depan yang penuh tambalan sana sini, sempet kena Mal Praktek tuh ama dokter yang itu tuh (ah gak mau inget2 masa trauma). Berdasarkan anjuran temen sekantor dan tanya2 dan lihat bekas operasi giginya kok buat aku semangat untuk “membengkelkan” nih gigi di klinik Drg temen ku itu. Harganya WOOWW, tapi karena cerita2 temenku yang giginya sama skali tidak terasa sakit dan ia bs langsung beraktifitas sperti biasanya rasanya sepadan deh dg harganya.

Tibalah kemarin sore sepulang kantor aku tancap ke pamulang. Di sanalah klinik itu berada. Setibanya di klinik yang menjadi satu dg apotik, aku kaget, baik apotik yg berada di lt. 1 maupun ruang praktek dokter yg berada di lt.2 sepiiiii… waduh, tiba2 ciut seketika. jadi berpikiran macem2 kenapa ini tempat sepi gini?

waktu berlalu dengan hening………… hingga… SETENGAH JAM KEMUDIAN………….

Pintu ruang praktek dokter gigi terbuka, seorang wanita berjilbab dengan masker hijau menutupi mulutnya menghampiri aku yg sedang duduk manis di kursi biru memainkan Hp.

Suster: “Mba yang menghubungi tadi ya?”

Aku dipersilahkan masuk. Inilah first time aku berjumpa dengan Drg. XX, dokternya beda dg dokter kebanyakan. Drg. XX ini sukses buat aku keder, merinding disko. Pembawaannya sereeemm bener. Mana AC di ruangan dingin banget. Pas rebahan di kursi pesakitan asli aku menggigil, oleh susternya aku diselimutin yah lumayan gak menggigil lagi meski tetep berasa dingin.

Drg. XX tanya apa keluhannya, minta diapakan dengan nada horor banget. Pengen kabur…… Rasanya berharap saat itu ada gempa kecil trus kabur dehhhh… hehehe…

ceritalah aku tentang pergigian ini,,, dan dokternya masukin alat seperti senter ke mulut ku dan ajaib mulutku muncul di tipi. mulutku masuk tipi kawan-kawan *KEPO hahahahaha….

kalau dulu aku suka liat gigi2ku dg cermin bedak dan mesti susah payah, di klinin ini canggih bisa liat dg alat kecil yg dimasukkan kemulut dan seketika VIOLA,,, nongol di tipi. Terlihatlahh gigi-gigi ku yg saling berebutan tempat itu dengan teramat jelasnya. Drg. XX bilang kalau posisi gigiku yg saling tumpang tindih tersebut gak baik buat kesehatan karena sangat memudahkan sisa-sisa makanan untuk terselip yg akhirnya membuat lobang. Pikirku pantas saja meski gigi ini udah disikat bahkan diamplas tetep aja bolong.

Lalu aku di rontgen gigi nya aje, dan gak beranjak dari kursi pesakitan lho, alatnya aja yg digeser ke tempatku gak seperti dirumah sakit yg mesti jalan jauh dg ngesot nahan sakit hanya untuk rontgen. Kelebihan lainnya lagi nih yg dimiliki klinik ini. Setelah lihat hasilnya, Drg. XX menyarankan untuk mencabut gigi seri aku,,, gak terkejut sih karena 3 dokter gigi sebelumnya juga udah pernah nyaranin hal yg sama. tapi, kalau dulu masih bisa dipertahankan itu gigi, kata Drg. XX udah gak bisa lagi… ini yg buat langit runtuh seketika rasanya.

Cabut gigi seri?? Ompong dong??? gimana?? Malu?? semua berkecamuk dalam pikiran duh gelisah banget deh. Gak sadar aku dari tadi mingkem aja kayaknya nih bibir spontan melindungi anak2 giginya untuk tidak dicabut =D

Kalau biasanya Drg. hanya meriksa gigi yg aku keluhkan aja, Drg. XX ini meriksa semua gigi aku…. beuh, jadi terpaparlah ada gigi2 yg berlubang dan calon lubang, dan ada gigi yg tersisa akarnya. Drg. XX juga memeriksa kontur gigi ku. Dengan satu tarikan nafas Drg. XX bilang “wah ini giginya banyak masalah”… sumpah mau ketawa saat itu juga, ngetawain diri sendiri lbh tepatnya coz punya gigi yg aduh gile berantakan bener, dan ngeliat Drg. XX yang tiba2 jadi terlihat lebih manusiawi dan tak seseram saat diawal-awal tadi. Entah karena bingung, atau kasian dg aku, atau peluang? hehehe *dasrun…

akhirnya aku hanya konsultasi saja sore itu, tanpa perlakuan apa2 pada gigiku. Drg. XX memaparkan dg nada kebapakannya *inget bapakku… tapi dg ciri khas kehororannya, susah deh dijelaskan dg kata2 tuh Drg. Dijelaskan perawatannya, hasilnya, mpe harganya. Dan bener banget MAHAL nyaaa ngurus dua gigi aja… ohy sama Drg. XX ini nyabut satu gigi aja yg tanpa ada permasalahan berarti (cabut gigi normal) kena bandrol Rp.350 ribu lho, dahsyat… sedangkan gigi seri ku ini harus di cabut dg permasalahan yg menyertainya (yaitu abses) pasti lbih mahal booo, plus perawatan, pembuatan gigi palsu lepasan, dan diakhiri pembuatan gigi palsu permanen. Bayangkan berapa semua itu?? *mikir keras!! Drg. XX menggaransi gigi palsu selama 1 th.

Ohy proses dari pencabutan hingga pemasangan gigi permanen itu paling cepat 1 bulan dan bisa memakan waktu selama 2 bulan. Mikir keras lagi nih, dalam waktu dekat aku kan mau nikah, duh lucu amat kalau mempelai wanitanya ompong… walau diyakinkan gak akan terlihat ompong karena dipasang gigi palsu sementara tapi aku kok ya tetep waswas gitu khawatir pas salaman dg tamu undangan atau difoto tuh gigi tiba-tiba lepas???

BINGUNG……. harus seperti apa…. di satu sisi gigi seri ini bermasalah karna pernah bernanah dan sekarang lubang lagi, tapi di sisi lain masih gak rela kalau harus dicopot giginya. Lagi mencari-cari di google orang-orang senasib dan bagaimana kisah, perawatan, dan kehidupannya…

to be continue………….

10 thoughts on “Gigiku #1

  1. assalamu’alaikum mba. Maaf mau tanya, apakah tes kesehatan CPNS akan mengecek gigi palsu juga? tahun ini saya tes cpns tapi masih khawatir kalau ada ‘larangan’ cpns mengguna gigi palsu alias ga lolos cpns. Terimakasih atas responnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s