Balada Mencari Tempat Berteduh (Permanen) – Bagian 1

sudah 3 bulan ini bunda dan ayah nyari2 rumah meski masih lewat internet. hampir tiap hari nebeng komputer kantor nongkrongin web2 jual rumah. bunda dan ayah pengennya punya rumah yang lega, bangunannya bagus, lingkungannya asri dan nyaman, bebas banjir, dan gak mahal (penting nih hehe..) plus deket dengan kantor bunda dan ayah yang notabene sama-sama kerja di jakarta pusat. namun, apalah daya kantong pekerja CPNS dan asisten manajer salah satu BUMN yang gak kaya ini masih tipis (bunda pernah melakukan survey seluruh BUMN so bisa tahu kisaran gaji dan kesejahteraannya, nah BUMN tempat ayah kerja ini termasuk yang ala kadarnya-meski nama BUMN itu seakan mentereng). Namun bunda sama ayah bersyukur banget karena penghasilan jauh naik dari tempat kerja bunda dan ayah sebelumnya.

kadang bunda berantem dengan ayah masalah rumah, gak berantem hebat sih cuma kesel2an aja hehe.. coz ayah gak pernah sengaja nyari secara langsung ke lokasi incaran. bahkan ngenet aja itu harus disuruh terus kan bunda jadi kesel.. rumah gak akan datang dengan sendirinya kalau gak dicari. bunda juga udah jelasin kalau harga rumah itu cepet naiknya jadi kitanya juga harus cepet nyari.. bunda jadi bertanya2 sendiri dalam hati apa ayah ini sedang capek atau kenapa..

kalau hanya mengandalkan penghasilan bunda sama ayah hampir gak mungkin bisa beli rumah di dekat jakpus bisanya di ujung berung pelosoookkk.. alhamdulillah nenek mau nyumbang katanya buat cucu hehe untung ada nizam ya nak jadi bisa ada uang untuk DP. sedikit2 bunda nabung dari penghasilan bunda dan ayah hampir setahun ini alhamdulillah ada dana yg cukup untuk biaya2 pengurusan kredit rumah. selebihnya mengandalkan KPR.

bunda banyak cari info dari ngobrol sama temen2 kantor, hingga blogwalking pengalaman blogger yg udah ambil KPR. bunda juga ngambil tabel angsuran koperasi kantor dan beberapa bank,, dengan sistem joint income bunda mungkin hanya bisa mengambil rumah dg tanah 70-90m2 tergantung bangunannya jg.. impian bunda pengen rumah lega dg halaman luas jadi sulit diwujudkan..

3 pameran perumahan diikuti, 2 perumahan komersil dan 1 perumahan subsidi… ayah kepincut dg satu perumahan yg berlokasi di serpong (bahkan sampai sekarang masih suka nanya2 – rumahnya masih ada g ya),, namun bunda masih kepengen rumah yg lebih deket dg akses yg gampang coz akan bawa Nizam ke sekolah tiap hari kerja. nah ini bunda jg pengen banget punya mobil, biar Nizam gak keanginan, keujanan, kepanasan, dan terpapar polusi asap kendaraan yg buat bunda merasa bersalah. bunda pengen ambil rumah yg tidak terlalu mahal agar bisa mengambil kredit mobil,, ya tanpa kredit akan lama bisa punya rumah dan mobil bahkan hingga bunda dan ayah menua.. karena di tempat kerja bunda banyak yg udah beruban masih hidup mengontrak dan mengandalkan transportasi umum. jadi kata siapa PNS itu kaya raya? bisa hidup iya, kaya raya tentu PNS bukan pilihan yg tepat.

ada hal-hal lucu yang terjadi selama pencarian hingga saat ini. tiap kali bunda dan ayah jalan, selalu melihat-lihat rumah di kiri kanan, dan kalau melewati perumahan dengan lingkungan yg mendekati impian, bunda dan ayah akan bergumam “sepertinya enak ya kalau tinggal di sini”… entahlah itu sepertinya sudah otomatis terucap hahaha… padahal sama2 tau mustahil tinggal di sana😀

hal lucu lainnya, ketika bunda dan ayah ‘iseng’ telpon rumah-rumah yang ada Plang tulisan dijual diarea cempaka putih, ayah sih yg semangat nelpon.

Ayah : “selamat siang Pak, saya lihat rumahnya mau dijual, berapa harganya Pak?”
Yg punya rumah / agen (gak tau persis) : “iya betul, harganya 15 juta per meter, luas tananhnya 20 x 30 Pak”

Ayah : “15 juta per meter ya,, oke Pak terimakasih atas informasinya.”

ayah langsung ngehampirin bunda,, ngasih tau percakapan mereka, padahal bunda denger, wong nelponnya kenceng dan gak jauh dari bunda. anehnya ayah tampak bingung gitu,, “bunda, ini rumahnya 20×30, berarti luasnya 600m kan? harganya 15 juta per meter. eh, kayaknya 15 ribu per meter kali ya bun, masa’ 15 juta?”

bunda ketawa aja,, kalau harga rumahnya 15ribu permeter udah diserbu orang kali pada berebut mau beli,,😀 begitu mahalnya ya harga rumah dan tanah di Jakpus ini.. onde mande,,,

Terakhir ini dari percakapan dengan Bunda Sophie temen kantor yang anaknya temen sekelas Nizam, bunda dikenalkan dengan Bu Reina agen property,, bunda baru dapet poto2 rumahnya, tanahnya 72 bangunan nah ini bunda lupa nanya yah bisa diperkirakanlah sekitar 36-40m. tapi sudah pernah direnovasi dan ada carport, pagarnya.. melihat sekilas dari luar bunda dan ayah sreg tapi gak tau ya aslinya, kadang kualitas poto itu menipu…

sabtu kemaren rencananya mau survey tapi kuncinya masih dipegang pemilik rumah yg lagi ke luar kota hingga minggu sekarang belum balik,, ya sudah mungkin ini pertanda buat nyari2 dulu alternatif rumah ditempal lain biar punya beberapa pilihan.. selain itu harga rumahnya memang mahal banget untuk ukuran kantong bunda dan ayah,, tapi bunda diyakinkan dg bunda sophie, pak joko dan temen2 kantor kalau bisa beli rumah daripada ngontrak terus dengan biaya yg tidak sedikit lebih baik dialihkan untuk cicilan rumah. Bismillah semoga Allah memuluskan jalan bunda dan ayah untuk memiliki rumah sebagai tempat berteduh bagi kami dan anak2,, aamin😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s