Bercermin secara Jujur, Berani?

jujur pada diri sendiri, aku akui sangatlah sulit awalnya. takut mengenal diri lebih dekat. ego ingin terlihat atau dianggap baik membutakan mata untuk bercermin secara jujur atas kekurangan diri, ujung-ujungnya adalah penyesalan karena kesalahan2 yg sama terulang lagi. kenapa? karena tak mau introspeksi diri, malu mengakui kelemahan diri dan malas memperbaikinya. ya itu yang ku rasakan.. dua tahun menjadi seorang istri sekaligus satu tahun menjadi ibu membuatku jatuh bangun. tawa dan duka beriringan dalam hari-hari ku. baik diketahui maupun tidak oleh orang2 sekitar bahkan suamiku sendiri. hari-hari yg berganti tahun tersebut ku penuhi dengan rasa sesal, hingga sampai pada titik dimana aku berani bercermin secara jujur siapa diriku. kontemplasi,,,

tepat tanggal 14 februari ini adalah satu tahun usia bujangku, satu tahun aku memeluknya, satu tahun aku membesarkannya, satu tahun aku memandang wajah malaikatnya… bunda ingin hari-hari esokmu lebih baik dari 1 tahun ini nak,, bunda ingin bangkit, bunda ingin berjalan tegak, bunda tak ingin lagi bersembunyi dalam tameng mengasihani diri sendiri.
resolusi hidupku dimulai dari mu nak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s