Keluargaku Bahagia?

Mewujudkan keluarga bahagia butuh komitmen, butuh perjuangan, tidak hanya dari istri, tapi suami, dan juga anak.  Tatkala frekuensi antara suami, istri dan anak tak sama, apa yang terjadi? semua menjadi serba salah, serba gak nyambung, serba gak nyaman.  Sang suami maunya begini-begitu dengan segala kesimpelan dan anti ruwetnya, sedangkan istri ingin segalanya itu sempurna dengan segudang keruwetannya, dan anak ingin semuanya menyenangkan baginya.  Andai saja masing-masing pihak mau mendengar dengan hatinya pasti bisa dengan mudah menyamakan frekuensi batin.  Saya pun masih merasa ini sulit.  Komunikasi bagi saya teramat penting, dengan bicara kita merasa dihargai, diperhatikan, didengar.  Kita pun ingin mengerti suami dan anak dengan berupaya mendengar apapun kata demi kata yang mereka ucapkan.  Namun, hingga saat ini frekuensi saya dan suami masih belum seirama.  Ada bentangan luas di antara kami yang menilai urgensi komunikasi dari kacamata yang berbeda.

Perempuan bisa 20.000 kata sehari sedangkan pria hanya 7.000, namun apakah itu menjadi pemakluman bahwa hari-hari diisi dalam diam? tak ada kata tanpa ditanya?  Dengan komunikasi yang baik, tentunya sebesar apapun masalah semestinya bisa diselesaikan tanpa harus menunggu esok pagi yang membuat emosi ikut terpendam dalam tidur malam.  Ujungnya pernikahan serasa basi, jiwa meradang, pikiran kacau, hidup berselimut masalah-masalah.

Pernikahan itu komitmen!  Komit setia dengan suami/istri.  Komit dengan cita-cita/visi/misi berdua.  Suami/istri tak bisa kembali pada masa lampau untuk mengulang menikah dengan orang lain.  Pernikahan harus berjalan maju, MOVE ON! menerima ketidaksempurnaan, menerima keunikan.

Seperti yang dikatakan Ibu Elly Risman, bahwa saat ini DIALOG menjadi sesuatu yang MAHAL.  Apalagi tantangan masa kini, GADGET.  Renungkan, berapa jam GADGET menyita waktu pasangan kita? anak kita? bahkan kita sendiri?  Ironisnya, saat berbicara/berdialog dengan pasangan MASIH sambil menggenggam gadget, hanya berupa lirikan sesekali saja dilontarkan pada pasangan.  Betapa tak bernilainya pasangan anda dibandingkan gadgetmu?

Bila hal ini dibiarkan berlarut-larut, hari berbilang minggu berbilang bulan dan berbilang tahun, tak pelak perkawinan akan retak, hambar, gersang!  Banyak sekali perceraian terjadi dikarenakan salah komunikasi.  Ada pihak yang merasa tidak diacuhkan.  Di saat itulah terbentang celah lebar komunikasi antara suami-istri yang memungkinkan masuknya pihak ketiga.  Padahal komunikasi pasangan adalah cerminan keluarga bahagia.  Hanya dengan sekali lihat dan mendengar gaya komunikasi sebuah keluarga, kita bisa menilai bahagia tidaknya keluarga tersebut.

Sayang, banyak pasangan yang lengah menjaga komunikasi!  Padahal setan akan mudah memanfaatkan situasi tersebut untuk memuluskan misinya tuk menjadi setan terbaik.

Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir Radiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air. Kemudian ia mengirimkan pasukannya. Yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Salah satu dari mereka datang kepadanya lalu berkata : Aku melakukan ini dan itu. Kamu tidak berbuat apa-apa ! kata Iblis. Kemudian salah satu dari mereka datang dan berkata : ‘Aku tidak meninggalkan orang itu sampai aku berhasil memisahkannya dari istrinya.’ Lalu Iblis memberinya tempat di dekatnya dan berkata : ‘Kamu adalah setan terbaik.’ (HR.Muslim,2813)

Seperti ucapan Ibu Elly Risman, Yuk dekatkan yang sempat jauh, sambungkan yang hampir retak, hangatkan yang mulai dingin, mesrakan kembali yang nyaris hambar agar tercapai keluarga bahagia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s