Ikhlaskah Kita Berumah Tangga?


Sumber: http://indiraabidin.com/

Saat menikah, sesungguhnya apa yang kita cari?

Suami berpenghasilan rendah, kurang tinggi jabatannya, istri tak lagi seksi, kurang pandai masak atau mandul menjadi alasan cepat untuk bercerai. Jadi menikah itu untuk cari pangkat atau prestis kah?

Tidak cukupkah Allah sebagai alasan kita menikah?

Sedemikian sulitkah untuk menerima kondisi pasangan sesuai pilihanNya? – (dan kita yang turut mengambil keputusan-pen)

Rumah tangga yang dibangun hanya untukNya bertujuan mendapat ridloNya untuk menggapai surgaNya melalui rumah tangga yang dibangun.

Bahagia dalam rumah tangga datang dengan adanya rasa syukur atas apa yang ada, penghargaan terhadap kebaikan sekecil apapun. Dari kerja sama menggapai cinta kasihNya dalam bahtera rumah tangga.

Selama tak ada pelanggaran atas ketentuanNya, selalu ada ruang untuk berbuat kebaikan, kebenaran, saling mengingatkan dalam kebenaran, kebaikan dan kesabaran.

Kita simak cerita ini yuk…

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

“Assalaamu’alaikum…!” Ucapnya lirih saat memasuki rumah.

Tak ada orang yang menjawab salamnya. Ia tahu istri dan anak-anaknya pasti sudah tidur. Biar malaikat yang menjawab salamku,” begitu pikirnya.
Melewati ruang tamu yang temaram, dia menuju ruang kerjanya. Diletakkannya tas, ponsel dan kunci-kunci di meja kerja.
Setelah itu, barulah ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
Sejauh ini, tidak ada satu orang pun anggota keluarga yang terbangun. Rupanya semua tertidur pulas.

Segera ia beranjak menuju kamar tidur. Pelan-pelan dibukanya pintu kamar, ia tidak ingin mengganggu tidur istrinya.
Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadirannya.
Kemudian Amin duduk di pinggir tempat tidur. Dipandanginya dalam-dalam wajah Aminah, istrinya.
Amin segera teringat perkataan almarhum kakeknya, dulu sebelum dia menikah.
Kakeknya mengatakan, jika kamu sudah menikah nanti, jangan berharap kamu punya istri yang sama persis dengan maumu. Karena kamu pun juga tidak sama persis dengan maunya.
Jangan pula berharap mempunyai istri yang punya karakter sama seperti dirimu. Karena suami istri adalah dua orang yang berbeda. Bukan untuk disamakan tapi untuk saling melengkapi.
Jika suatu saat ada yang tidak berkenan di hatimu, atau kamu merasa jengkel, marah, dan perasaan tidak enak yang lainnya, maka lihatlah ketika istrimu tidur….
Baca lebih lanjut