Berkebun


InstagramCapture_b68d4b13-1ed0-494e-ab28-67e265133a6bSiapa yang tak suka melihat rimbunnya pepohonan hijau yang menyejukkan mata dan hati? Saya paling suka jalan-jalan ke tempat bernuansa alam seperti puncak pegunungan, persawahan, air terjun, taman bunga, dan juga pesisir pantai. Hem.. tak akan pernah bosan. Hari ini Nizam berkebun untuk pertama kalinya. Seusianya, kegiatan berkebun tentu sangat menyenangkan sekaligus melatih motorik halusnya. Nizam menggenggam, meraba tanaman maupun tanah, dan belajar menyiram tanaman. Kegiatan ini akan mengajarkan Nizam untuk menyayangi alam, termasuk tanaman yang ada di sekelilingnya untuk dirawat agar tumbuh menjadi tanaman yang cantik.

Tak ada kata terlalu dini untuk mengenalkan alam pada anak kita. Ayo pakai sepatumu, mari kita berkebun! Yeay!!

Daycare!


Tuntutan ibu bekerja sangat tinggi, disamping ia sebagai pegawai yang harus menaati jam kerja (7.30 – 17.00 WIB belum termasuk bila ada tambahan pekerjaan), juga harus menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai istri dan ibu. Karena itu hadirnya daycare sangat membantu ibu yang bekerja dalam menitipkan buah hatinya kepada pihak yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Salah banyak aku memilih untuk menitipkan Nizam ke daycare adalah agar tenang dan tentram, tenang meninggalkan Nizam dalam asuhan orang-orang yang tepat, dan tentram karena pastinya Nizam akan terurus dengan baik. Alhamdulillah menemukan daycare yang sangat dekat dengan rumah kira-kira 1 km saja, dan asiknya lagi lawan arus so gak akan ketemu macet deh. Lingkungan daycarenya pun hommy banget dalam sebuah komplek, sehingga anak-anak nyaman dan aman jalan-jalan sore disekitaran komplek.

Baca lebih lanjut

Come back!


Rasanya waktu berjalan teramat lama saat hari demi hari terlewati tanpa kehadiran bujang Nizam di sisiku. Hampir tiga bulan mutiara hatiku, pelipur laraku, penyejuk mataku, jantungku ku titipkan ke ibunda tercinta. Keputusan yang teramat sulit untuk diambil, tapi berkali-kali aku menguatkan diri bahwa ini keputusan yang tepat – sementara waktu- jangan egois pada diri sendiri, beri kesempatan untuk Nizam ‘pulih’ menguatkan jiwa dan raganya.

Beberapa bulan lalu diusianya telah menginjak 1 tahun, Nizam harus dirawat, tiga hari tangan mungilnya harus terpasang infus. Tercabik-cabik hati ini saat melihat Nizam yg lemah dan menangis sakit. Panas tinggi dan batuk berdahak yang menyerangnya, sukses membuat Nizam tidak mau makan. Badannya menjadi kurus. Duh,, hati ibu mana yang tak berduka…

Baca lebih lanjut

Kembali bersama


kadang kala terbesit dalam hati ingin segera pindah menyusul nizam yang sudah dua bulan di lampung. rasanya tentram sekali tiap kali pulang mengunjungi nizam dan nenek. jauh dari macet dan bisingnya ibu kota. selepas sakit yang memaksa nizam harus dirawat 3 hari di rumah sakit, memang sudah diputuskan untuk menitipkan nizam ke nenek, dengan niatan bisa lebih terurus sekaligus pemulihan dari sakit thypus (dugaan) dan batuk yg mengakibatkan paru-parunya kurang bersih. tiap hari bergelayut dengan rasa kangen, sesekali tanpa sadar menyebut namanya. berkali-kali memandang foto dan videonya, tiap hari pula menelponnya, tapi rasa rindu itu tak mampu terhapus.

selalu ada kekhawatiran jika saja nizam akan menolak bersamaku, takut ia tak mengenaliku lagi karena pertemuan kami yang berlangsung dua minggu sekali. namun, kekhawatiranku itu sirna tatkala setiap kali ku menjenguk, nizam selalu nempel dengan ku, gak mau sama yang lain, dan akan selalu menarik tanganku agar bersamanya. rasanya bahagia karena aku tak tergantikan. sering ku lihat dan dengar anak-anak yg diasuh neneknya/pengasuh akan lengket dengan mereka dan menganggap ibunya bak orang asing. tapi hal itu tak terjadi padaku, alhamdulillah.

anakku tumbuh semakin cepat, banyak hal telah ia pelajari. dalam hatiku, aku tak ingin kehilangan momen-momen indah masa kecilnya, karena hal itu takkan terulang, anakku akan tumbuh menjadi seorang remaja dan pria dewasa yg ku sadari betul bahwa ia perlahan-lahan akan menarik jarak dariku. usahaku tak akan pernah berhenti untuk kita bersama-sama lagi dengan kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. aku tau anakku membutuhkanku, sama halnya diriku pun membutuhkan kehadirannya.

insyaAllah minggu depan kita bersama-sama lagi ya nak… setiap hari…