Daycare!

Tuntutan ibu bekerja sangat tinggi, disamping ia sebagai pegawai yang harus menaati jam kerja (7.30 – 17.00 WIB belum termasuk bila ada tambahan pekerjaan), juga harus menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai istri dan ibu. Karena itu hadirnya daycare sangat membantu ibu yang bekerja dalam menitipkan buah hatinya kepada pihak yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Salah banyak aku memilih untuk menitipkan Nizam ke daycare adalah agar tenang dan tentram, tenang meninggalkan Nizam dalam asuhan orang-orang yang tepat, dan tentram karena pastinya Nizam akan terurus dengan baik. Alhamdulillah menemukan daycare yang sangat dekat dengan rumah kira-kira 1 km saja, dan asiknya lagi lawan arus so gak akan ketemu macet deh. Lingkungan daycarenya pun hommy banget dalam sebuah komplek, sehingga anak-anak nyaman dan aman jalan-jalan sore disekitaran komplek.

kami panggil dengan sebutan Bunda adalah mereka yang setidaknya mengenyam pendidikan sarjana dan mayoritas berlatar belakang psikologi maupun bimbingan konseling. kayaknya ada juga yang bukan sarjana namun lulusan SMA. Rasio anak dan pengasuh juga sangat memadai sehingga anak-anak dapat terpantau dengan baik. Dengan latar belakang itu pastinya mereka tahu apa yang harus dilakukan dan cara menghadapi anak-anak bayi, batita dan balita, serta bagaimana menerapkan pola asuh yang baik dan edukasi perkemabangan emosi dan motorik anak. Jauh lebih baik dibandingkan ditinggal sendiri dengan seorang pengasuh yang minim pendidikan dan keterampilan serta kemauan untuk merangsang perkembangan motorik anak dan emosinya – untuk saat ini aku dan suami masih meyakini ini pilihan yang terbaik-

Alhamdulillah hampir dua minggu Nizam di daycare yang selanjutnya kusebut sekolah (karena ada pendidikannya juga walau disesuaikan dengan kemampuan anak dan tanpa paksaan karena semua dibuat dengan menyenangkan sambil bermain), ia tampak senang dan ceria. Banyak sekali mainan kesukaannya seperti mobilan, sepeda, perosotan, dan bola. Ada juga kegiatan eksperimen seperti kemarin air yang naik dalam gelas yang ada lilin di dalamnya, kegiatan berkebun, menggambar, mewarnai, semuanya dikemas dengan bermain, aku lihatnya aja asik apalagi kalau ikutan ya hehe.. Nizam anak yang sangat aktif mungkin bisa dibilang kinestatik, yang selalu ingin tahu dan berjalan ke sana ke mari. Sudah pandai makan sendiri dengan sendok ditangan kanannya, posisi genggaman sendoknya pun sudah tepat, apalagi baru bunda belikan sendok munchkin wah makannya makin semangat. Sendok munchkin toddler ini recommended!! desainnya pas dan lekukan sendoknya itu pas banget memudahkan bayi menyendok makanan tanpa tumpah.

sendok

Hal penting lainnya yang ku suka dari daycare ini adalah selalu memberikan report berupa foto tentang ragam aktifitas anak seharian melalui whatsapp (cctv belum bisa dipasang karena masalah regulasi). serta Bunda (pengasuh-pen) yang responsif terhadap segala pertanyaan dari para ortu. Juga adanya kesamaan dalam mengasuh antara mindset saya dengan pengelola daycare membuat hati makin tenang. Komunikasi selalu terbuka antara ortu dan pengelola tanpa ada jarak dan segan. Inilah yang tidak ku dapatkan pada daycare sebelumnya.

Apakah pengasuhan Nizam diserahkan sepenuhnya ke daycare? tentu saja tidak, aku dan suami selalu bahu-membahu mendidik Nizam. Bermain bersama, bersama dan bergantian mengasuh Nizam. Banyak hal yang kami lakukan bertiga. Kendali utama tetap ada pada kami bertiga, aku, suami, dan tentunya Nizam. Rumah yang didalamnya ada kami sebagai bunda dan ayahnya adalah tempat tak tergantikan, tempat meluapkan segala ekspresi hati dan pikiran.

Bangun jam 4 pagi, menyiapkan sarapan. Jam 6 Nizam makan yang kadang kala mandi dulu baru makan. Menyapu dan mengepel rumah. Oke semua beres, sekitar jam 7 berangkat ke daycare. Sekitar 5 menit kemudian lanjut ke kantor. Jika di daycare sebelumnya aku setiap istirahat kantor selalu menjenguk Nizam untuk main dan menyusui, kini tidak lagi. Baru sepulang kerja sekitar jam 4 (bulan ramadhan pulang lebih awal 1 jam) menjemput Nizam. Sesampai di rumah menyuapi (tetep diberi makan meski sudah makan sore di daycare hehe) sekaligus menemani Nizam main bersama teman-teman sebayanya yang juga anak tetangga baik di dalam rumah, jalan pekarangan rumah, komplek, maupun taman bermain TK di Pelataran Masjid depan rumah. Lanjut berbuka dan sholat maghrib berjamaah bila ayah sedang tidak ke masjid. Puas main hingga jam 7 atau 8 malam Nizam tidur, dan aku langsung menyuci piring, menyiapkan makan sahur esok hari, dan makanan Nizam serta beberes rumah. Keadaan ini ku rasa hampir ideal, walau badan capek sekali mengurus semuanya, tapi terbayar dengan keharmonisan keluarga yang terasa amat manis…

—Always Together, Love Forever—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s