Tragedi Amplop


sudah seminggu ini kepala rasanya nyut-nyutan,, kadang merasa kesal dan takjub akan diri sendiri yang “kok bisa” lupa dengan banyak hal… jadi ceritanya, seminggu yang lalu amplop coklat berisi surat tugas diklat, SK penempatan, dan Fotocopy SK CPNS raib bak ditelan bumi. karena sadar bahwa diri ini pelupa, maka berkas2 tersebut disatukan dalam amplop dan disteples agar tak tercecer. walahdalah,,, malah seamplop-amplopnya hilang kabeh… padahal lusa sudah harus berangkat diklat. didalam hati sebenernya gak terlalu panik, ntahlah santai saja saat pertama tau amplop tersebut raib. namun hari jumat ini panik mulai melanda karena lusanya sudah diklat khawatir gak jadi diklatnya hanya karena gak bawa ST! :cry

meja kerja sudah dibongkar, segala arsip di liat-liat lagi, begitupula dengan menja temen kantor yg bersebelahan denganku, sudah tak cari-cari (sekalian ngerapihin sih) hasilnya 😥  rumah pun sudah digeledah begitu juga dengan tempat-tempat yg disuspect seperti mushollah, nursery room tetep gak ketemu juga. nanya temen2 kantor, samapai OB juga gak ada yang pernah liat itu amplop coklat 😕

tak tau harus mencari kemana lagi/bertanya ke siapa lagi, akhirnya aku ngopi ST temenku, dan minta ST ke bagian kepegawaian berharap dapat cap basah, coz kata temenku yg sudah diklat ST ini untuk SPPD waahh rugi bandar deh klo gak ada ST,, hiks… ternyata yg didapat pun hanya print-an tanpa cap basah :oops

shalat duha pagi ini dijalankan, dengan memperbanyak istighfar, mungkin keteledoran ini diakibatkan diri yang terlalu banyak salah hingga ingatan mudah sekali memudar,, Ya Allah ampuni hamba,,, :cry

kembali mengingat, namun tetap sama, bayangan ingatan ku berhenti pada amplop coklat yang telah ku steples dan diletakkan di meja.. tak ada ingatan apapun lagi setelahnya…

begitu tiba di ruang kerja (ini ceritanya selepas balik dari bag. kepegawaian), Gtalk berkedip-kedip,,,

Windyanitasari:

“Mba Tiara, ada amplop kayaknya ketinggalan, amplop coklat ditujukan untuk Mba, ada di Puslay”

tanpa membalas, aku langsung capcus ke Puslay (pusat layanan),,, di sana ada mas deri, dan mba windi,, Syukur alhamdulillah benar itu amplop coklat yang ku cari,,, rasanya berbunga-bunga 😀

Oh,,, rupanya amplop itu sudah hampir seminggu direceptionist! dan tetap aku gak inget bagaimana tuh amplop bisa ada di sana… ingatanku masih blank,,,, zonkk,,,,

sudahlah yang terpenting amplop beserta isinya aman damai sentosa 😀

Alhamdulillah,,, kuasa dan pertolongan Allah datang tepat pada waktunya 🙂

Pengalaman Tes CPNS Kementerian Koordinator Perekonomian


Pengalaman tes CPNS kementerian koordinator perekonomian yang pernah saya ikuti sebagai berikut:

1. Seleksi Berkas

2. Tes TKD dengan menggunakan sistem CAT, bisa disearching saja ya banyak contoh2 soal di internet yang bisa didonlot atau bila punya uang bisa beli buku latihan soalnya

3. TKB, Nah tahap 3 ini lumayan lama karena 3 rangkaian tes dijadikan satu waktu.

a. FGD, 1 kelompok ada 6 orang, nanti akan diberikan soal yang terdiri dari satu kasus misalnya perusahaan yang ingin maju, namun ada 10 alternatif kebijakan/tindakan, nah kita diminta untuk mengurutkan dari 10 alternatif tersebut mana yang paling URGENT/Penting hingga tidak penting… Pertama kita diminta untuk mengurutkan secara pribadi, lalu jawaban kita tersebut didiskusikan dalam kelompok hingga bertemu kata SEPAKAT mana kebijakan yang harus diambil sebagai prioritas UTAMA, dan urutan ke 2,3 hingga 10.

disinilah tantangannya, mampu gak kita beragumen secara meyakinkan, inget yah bagaimana kita mencari alternatif prioritas bukan mempertahankan EGO, kalau pilihan kita tepat sampaikan argumen yg masuk diakal, namun bila ada pilihan org lain yg lebih tepat gak ada salahnya kita setujui dg memberi tambahan alasan misalkan.. tata cara berdiskusi juga harus dijaga, tidak ada notulen dan pimpinan diskusi, semua sama. waktunya cuma 10-15 menit saja untuk diskusi, jadi berusahalah memberikan argumen dengan baik, mudah dicerna/pahami, meyakinkan, dan SANTUN, kemudian inisiatiflah utk mengerucutkan pilihan, lalu simpulkan 1 pilihan.

saat diskusi, setelah saya mengutarakan pendapat, saya mencoba memancing teman yg belum berbicara dg mempersilahkannya untuk mengutarakan pilihan dan pendapatnya. tatap mereka yg berbicara meski mereka berseberangan pendapat dg kita, karena itu suatu bentuk menghargai. jangan menggunakan kalimat2 negatif seperti “saya tidak setuju dg anda”, “oh bukan begitu”, karena itu terkesan frontal dan kasar. ENJOY saja…

b. Psikotes

nanti kita dihadapkan pada layar komputer yang akan menampilkan soal-soal seputar diri pribadi, seperti etos kerja, karakter diri dalam lingkungan, teman, dsb mirip dengan EPPS. Tips nya baca dg seksama dan pilihlah sesuai dg diri sendiri.

c. Wawancara

wah sesi ini sesi terlama,,, ada 2 pewawancara (sepertinya psikolog deh), gak tau maksudnya apa, tapi kedua pewawancara itu mewawancarai kita secara terpisah namun pertanyaan yg diajukan sama.. mungkin ingin mendengar konsistensi kita, kalo bohong berarti keterangan yg diberikan kemungkinan berbeda-beda (tapi ini cuma kemungkinan loh ya), pertanyaannya seputar: pernah kerja dimana, tugasnya apa, pernah mengerjakan apa, hubungan dengan atasan bagaimana, konflik yg pernah dialami dan pemecahannya, kegagalan seperti apa, prestasinya apa, motivasi ikut cpns kemenko apa, dll

jawablah dengan lugas dan tetap santun serta tersenyum…

sayaangg banget saat pengumuman hanya mampu diurutan ke-2 sebagai cadangan dengan selisih poin 0,- (nol koma sekian) dengan urutan pertama, ngenes banget kan.

Sistem penilaiannya 60% TKD, 40% TKB,, nilai TKB ku jauh lebih tinggi namun sayang nilai TKD ku jauh dari yang nomor 1 hahaha,, yowes bukan rizki ku disana… 🙂

rupa-rupanya yg nomor 1 itu juga ikut di kemenkeu dan DKI hehe saingan lagi deh,, alhamdulillah masing-masing dari kami punya jalannya sendiri-sendiri 😀

berjuang mencari rizki


biarlah ngacak2 dan gak berurutan postingannya,, yang penting nulis.. 😛

aku mau berbagi pengalaman luar biasa dalam menjalani kehidupan berumah tangga dan sebagai calon ibu. semoga nanti nizam baca yah bagaimana perjuangan bunda untukmu sayang…

aku masih aktif bekerja (saat itu OJT PNS Kemenkeu) hingga usia kandungan menginjak 9 bulan, pekerjaan tidak ada yang berat karena masih dalam masa pelatihan/training. namun titik perjuangannya ada sebelum dan sesudah bekerja. kala itu aku dan suami masih mengontrak rumah di bojongsari-depok sedangkan kantor berada di senen-jakarta pusat. setiap hari berangkat subuh jam 5 dengan motor, membawa perut besar dua nyawa tentulah tidak mudah. berkali-kali ban motor kami mengalami kebocoran, ingat betul dihari pertama masuk kerja aku telat 1,5 jam karena ban bocor tsb. sudah tak terhitung berapa tambalan yang ada, akhirnya mengganti ban yg tidak sedikit pula biayanya. rute yg kami lewati sungguh mengerikan kadar macetnya. tidak ada pilihan lain bagi kami selain naik motor. teman2 dan orang2 terperangah mengetahui aku naik motor dibonceng suami setiap hari dg waktu tempuh paling cepat 1 jam (dengan catatan harus berangkat paling telat jam 5 subuh, kalau lewat dikit aja dari itu bisa2 kejebak macet yang parah) dan 2 hingga 3 jam di malam hari. sungguh kalau tidak sabar mungkin sudah stress gila bisa-bisa. rasa capeknya luar biasa.

apakah dzholim dg debay? insyaAllah gak.. niat ku baik, dan selalu mensugesti diri dg pikiran2 positif. mengajak debay bicara dan senantiasa mengelus perut, dan berdoa untuk keselamatan kami bertiga.

kalau ada yang bertanya “kenapa harus nekat begitu? kenapa gak naik kendaraan lain saja?”
sebenernya beberapa orang bertanya hal yg sama. mereka bertanya tentu bagian dari perhatian ataupun keprihatinan. menurutku dan suami memang naik motor dg dibonceng suami sendiri adalah cara satu2nya. meski bisa naik bis APTB ke ciputat dulu atau naik kereta di stasiun pondok ranji, atau naik kopaja dari lebakbulus. semuanya tetap saja akan bertemu kemacetan dan datang2 bisa telat juga, karena jam masuk kantor 7.30 beda dg kantor2 PNS lainnya yg masuk jam 8 atau bahkan jam 10 hehe. gonta ganti kendaraan juga pusing. bismillah naik motor tak apalah juga bisa mengirit ongkos maklum aku sudah resign jadi satu2nya pemasukan hanya mengandalkan dari suami. padahal kami harus hemat2 untuk persiapan lahiran dan mengontrak rumah baru di seputaran jakarta pusat.
semuanya harus dimulai dari NOL. hanya modal keyakinan saja bahwa Allah akan mempermudah, melindungi, dan memberkahi tiap tetes keringat dan rasa lelah ini. jadi siapa bilang jadi PNS itu wueenaakk,, apalagi aku masih calon CPNS ya serba gak enak wong saat itu digaji saja belum tapi sudah masuk ke kantor untuk pelatihan dan magang. saat ini juga (sudah hampir 5 bulan kerja) belum mendapat gaji baru honor yang tak seberapa yang kalau dipakai habis untuk bayar pengasuh dan tisu basahnya nizam. insyaAllah kedepannya akan lebih baik walau masih belum jelas kapan waktu prajabatan dan perolehan SK yang penting mengenal suasana kerja dulu dan menyerap ilmu.
tak jarang aku dan suami kehujanan, tidak satu haripun aku gak masuk. pernah suatu hari jas hujan yang kami pakai tembus, basah kuyup. untungnya aku pakai baju putih hitam jadi tidak transparan dan siangnya kering dg sendirinya. biasanya kami sudah pakai jas hujan sejak dari rumah untuk mengantisipasi hujan yg mendadak turun. kadang harus berenti di bawah flyover untuk memakai jas hujan. saat belum beli jas hujan yg baru, aku minta suami tukeran jas hujan, suami pake rok aku pakai celana coz duduk ngangkang hehehe…
jam 3 atau jam 4 pagi aku sudah bangun, jika semangat aku akan masak dulu yg ringkes2. lumayan menghemat pengeluaran karena makanan dikantin cukup mahal. jam alarm kami pasang di HP kami takut kalo kebablasan tidur saking capeknya. tiba di rumah lagi pukul 8.30 atau 9 malam, makan malam yang dibeli di warteg atau nasi padang. sesudahnya tergeletak tak berdaya bahkan aku pernah tertidur di ruang tv masih dalam pakaian kerja padahal hanya sekedar ingin rebahan saja menunggu giliran mandi.
seringkali dalam perjalanan pulang aku kekantuk2 hingga suami mencubiti atau dg sengaja menjedutkan helmnya ke helmku agar aku bangun, atau berhenti sebentar sekedar utk membangunkanku. atau aku bercerita tentang apa saja agar aku tidak tidur di atas motor, walau kadang suami hanya mampu mengatakan “ya” “ya” dan “ya” hehehe. sabtu minggu adalah hari yang sangat membahagiakan karena kami bisa tidur dg pulasnya.. hari sabtu biasanya dipakai utk tidur seharian, balas dendam ceritanya 😛 karena waktu tidur kami hanya singkat kalau weekdays dg beban lelah yg luar biasa.
itu hanya sekelumit perjuangan kami,,,

Dunia Baru


Tahun 2014 ini hari-hariku dipenuhi dengan hal2 baru. sudah lama sekali tak menyentuh blog yang mungkin sudah berdebu atau berjamuran… banyak sekali hutang postingan yang belum juga aku tuliskan. sudah berniat namun apa daya dikalahkan oleh rasa malas yang sering hinggap apalagi mengingat banyaknya hal yang harus aku kerjakan.

sebutan baru bagiku, status baru sebagai seorang ibu dari anak yang sangat baik dan lucu,,, banyak hal yang ingin sekali aku tuangkan dalam blog ini, namun bingung harus memulai dari mana… banyak bahan tulisan yang bisa ku curahkan namun mungkin post ini hanyalah pembuka, semoga hati tergerak untuk menuliskan kisah yang bisa ku kenang atau bahkan menjadi kilasan sejarah bagi anakku nanti… mengenal bagaimana bundanya dari tulisan…

____________________________________

*menunggu antrian shalat ashar di musholla subbagian kantor…

Call for Paper_Turki #2


Cukup jungkir balik juga ngerjain paper ini. beruntung memiliki teman2 dan partner terbaik dalam hidup yang siap membantu walau butuh perjuangan dan kesabaran ekstra. sangat-sangat berterimakasih kepada tiga serangkai yang sudah bersedia dua hari berturut-turut melalang buana ke cianjur. gak ada yang bisa diungkapkan selain rasa terimakasih sebesar-besarnya. i’m thankful for mas ayi, pak casdimin, mas dipa, segenap keluarga besar Gapoktan Al-Ikhwan, dan ustadz yang dengan tangan terbuka menyediakan tempat istirahat para surveyor. terimakasih banyak atas dukungan waktu, tenaga, data, dll demi terselenggaranya riset ini. semoga memberi manfaat bagi kita semua yg terlibat didalamnya. daaannnn makasiih banyak buat petani-petani hebat di desa sukaraharja, cianjur. semoga Allah memberikan keberkahan dalam setiap tetes keringat mereka, dan semakin sejahtera. amiin….

progress terbaru: selama 3 hari juga jungkir balik input data dibantu my best partner, analisis, dan pembahasan. semua serba expressoooo… makasih juga buat mba bobby yg berkenan ngoreksi tulisan dan terjemahan bhs.inggris mesti dg metode nyicil wkwkwk,,,,  juga terimakasih sebesar2nya atas funding support dari my institution 😀

alhamdulillah kemarin dapat email dari komite “Deadline Extended”…. membuat bisa nafas dan tidur lebih nyenyak… lega karena ada waktu lebih untuk ngoreksi pembahasan yang aku yakin msh banyak bgt kurangnya coz ngebut ngerjainnya kemarin2,, sekarang ada waktu buat ngecek, memperbaiki, dan membuatnya lebih berkualitas insyaAllah… Ketika semua terasa berat, Allah hadir kan hal-hal yg tak pernah kita duga…

Semangat,,, progress 90% paper ini akan sangat mungkin dirombak… moga paper ini bisa berbunyi di sana berkat kalian…  😀

Gigiku #1


Rasanya capek bicara gigi dan gigi lagi ibarat sinetron cinta fitri yang udah ratusan episode tayang di tipi. masih inget donk dengan post “Dentist like A Monster”? yeah lanjutan kisah pergigian yang belum tamat. pengen segera bilang ke sutradara dan produser untuk segera mengakhiri balada pergigian ini.

Setelah medical check up beberapa waktu lalu aku sadar kalau kondisi kesehatan gigi dan mulut buruk dan harus mendapat penanganan segera. aku berazam untuk merubah kesehatan mulut dan gigi menjadi bagus, *tepuk tangan donkkk hehehe….. Aku mulai dari gigi seri depan yang penuh tambalan sana sini, sempet kena Mal Praktek tuh ama dokter yang itu tuh (ah gak mau inget2 masa trauma). Berdasarkan anjuran temen sekantor dan tanya2 dan lihat bekas operasi giginya kok buat aku semangat untuk “membengkelkan” nih gigi di klinik Drg temen ku itu. Harganya WOOWW, tapi karena cerita2 temenku yang giginya sama skali tidak terasa sakit dan ia bs langsung beraktifitas sperti biasanya rasanya sepadan deh dg harganya.

Tibalah kemarin sore sepulang kantor aku tancap ke pamulang. Di sanalah klinik itu berada. Setibanya di klinik yang menjadi satu dg apotik, aku kaget, baik apotik yg berada di lt. 1 maupun ruang praktek dokter yg berada di lt.2 sepiiiii… waduh, tiba2 ciut seketika. jadi berpikiran macem2 kenapa ini tempat sepi gini?

waktu berlalu dengan hening………… hingga… SETENGAH JAM KEMUDIAN………….

Pintu ruang praktek dokter gigi terbuka, seorang wanita berjilbab dengan masker hijau menutupi mulutnya menghampiri aku yg sedang duduk manis di kursi biru memainkan Hp.

Suster: “Mba yang menghubungi tadi ya?”

Aku dipersilahkan masuk. Inilah first time aku berjumpa dengan Drg. XX, dokternya beda dg dokter kebanyakan. Drg. XX ini sukses buat aku keder, merinding disko. Pembawaannya sereeemm bener. Mana AC di ruangan dingin banget. Pas rebahan di kursi pesakitan asli aku menggigil, oleh susternya aku diselimutin yah lumayan gak menggigil lagi meski tetep berasa dingin.

Drg. XX tanya apa keluhannya, minta diapakan dengan nada horor banget. Pengen kabur…… Rasanya berharap saat itu ada gempa kecil trus kabur dehhhh… hehehe…

ceritalah aku tentang pergigian ini,,, dan dokternya masukin alat seperti senter ke mulut ku dan ajaib mulutku muncul di tipi. mulutku masuk tipi kawan-kawan *KEPO hahahahaha….

kalau dulu aku suka liat gigi2ku dg cermin bedak dan mesti susah payah, di klinin ini canggih bisa liat dg alat kecil yg dimasukkan kemulut dan seketika VIOLA,,, nongol di tipi. Terlihatlahh gigi-gigi ku yg saling berebutan tempat itu dengan teramat jelasnya. Drg. XX bilang kalau posisi gigiku yg saling tumpang tindih tersebut gak baik buat kesehatan karena sangat memudahkan sisa-sisa makanan untuk terselip yg akhirnya membuat lobang. Pikirku pantas saja meski gigi ini udah disikat bahkan diamplas tetep aja bolong.

Lalu aku di rontgen gigi nya aje, dan gak beranjak dari kursi pesakitan lho, alatnya aja yg digeser ke tempatku gak seperti dirumah sakit yg mesti jalan jauh dg ngesot nahan sakit hanya untuk rontgen. Kelebihan lainnya lagi nih yg dimiliki klinik ini. Setelah lihat hasilnya, Drg. XX menyarankan untuk mencabut gigi seri aku,,, gak terkejut sih karena 3 dokter gigi sebelumnya juga udah pernah nyaranin hal yg sama. tapi, kalau dulu masih bisa dipertahankan itu gigi, kata Drg. XX udah gak bisa lagi… ini yg buat langit runtuh seketika rasanya.

Cabut gigi seri?? Ompong dong??? gimana?? Malu?? semua berkecamuk dalam pikiran duh gelisah banget deh. Gak sadar aku dari tadi mingkem aja kayaknya nih bibir spontan melindungi anak2 giginya untuk tidak dicabut =D

Kalau biasanya Drg. hanya meriksa gigi yg aku keluhkan aja, Drg. XX ini meriksa semua gigi aku…. beuh, jadi terpaparlah ada gigi2 yg berlubang dan calon lubang, dan ada gigi yg tersisa akarnya. Drg. XX juga memeriksa kontur gigi ku. Dengan satu tarikan nafas Drg. XX bilang “wah ini giginya banyak masalah”… sumpah mau ketawa saat itu juga, ngetawain diri sendiri lbh tepatnya coz punya gigi yg aduh gile berantakan bener, dan ngeliat Drg. XX yang tiba2 jadi terlihat lebih manusiawi dan tak seseram saat diawal-awal tadi. Entah karena bingung, atau kasian dg aku, atau peluang? hehehe *dasrun…

akhirnya aku hanya konsultasi saja sore itu, tanpa perlakuan apa2 pada gigiku. Drg. XX memaparkan dg nada kebapakannya *inget bapakku… tapi dg ciri khas kehororannya, susah deh dijelaskan dg kata2 tuh Drg. Dijelaskan perawatannya, hasilnya, mpe harganya. Dan bener banget MAHAL nyaaa ngurus dua gigi aja… ohy sama Drg. XX ini nyabut satu gigi aja yg tanpa ada permasalahan berarti (cabut gigi normal) kena bandrol Rp.350 ribu lho, dahsyat… sedangkan gigi seri ku ini harus di cabut dg permasalahan yg menyertainya (yaitu abses) pasti lbih mahal booo, plus perawatan, pembuatan gigi palsu lepasan, dan diakhiri pembuatan gigi palsu permanen. Bayangkan berapa semua itu?? *mikir keras!! Drg. XX menggaransi gigi palsu selama 1 th.

Ohy proses dari pencabutan hingga pemasangan gigi permanen itu paling cepat 1 bulan dan bisa memakan waktu selama 2 bulan. Mikir keras lagi nih, dalam waktu dekat aku kan mau nikah, duh lucu amat kalau mempelai wanitanya ompong… walau diyakinkan gak akan terlihat ompong karena dipasang gigi palsu sementara tapi aku kok ya tetep waswas gitu khawatir pas salaman dg tamu undangan atau difoto tuh gigi tiba-tiba lepas???

BINGUNG……. harus seperti apa…. di satu sisi gigi seri ini bermasalah karna pernah bernanah dan sekarang lubang lagi, tapi di sisi lain masih gak rela kalau harus dicopot giginya. Lagi mencari-cari di google orang-orang senasib dan bagaimana kisah, perawatan, dan kehidupannya…

to be continue………….

Dentist Like A Monster?


monster_dentist

aku mau cerita tentang pengalaman aku ke dokter gigi beberapa bulan yang lalu. sudah cukup lama kurang nyaman dengan gigi yang berlubang dan sering nyut-nyutan. khawatir tambah parah aku memutuskan pergi ke rumah sakit swasta yg cukup terkenal di Ciputat. kenapa pilih rumah sakit ini? gak lain dan gak bukan karena jarak rumah sakit ini dg kantor dan kosan ku cukup dekat bahkan bisa dg berjalan kaki saja (kalau tahan kepanasan yah hehehe). saat itu kondisi gigiku berlubang karna tambalannya lepas dan terasa nyeri. saat kesana dapat antrian ntah yg keberapa. cukup kaget juga ternyata antriannya banyakkkk,,,, bayangkan udh nyut2an harus mengantri pula….

saat tiba giliranku dan bertemu dg dokternya, mulai deg2an coz meski bukan yg pertama kali ke dokter gigi tapi tetep aja hawanya itu horor buat aku. dokternya cantik masih muda sepertinya ya 30an lah umurnya mungkin. ramah sih.

Dokter: Keluhannya apa?

Aku: Ini dok gigiku (sambil nunjuk gigi yg bermasalah) tambalannya lepas beberapa hari yg lalu dan terasa nyeri.

Dokter: Kita lihat dulu ya,,,

aku berbaring, dan dikorek2 tuh mulut 😥 lalu ditambal deh,,, hasilnya??? wah bagus banget deh gak nyangka kalau separuh gigiku itu cuma tiruan hehehe,,,, selepas keluar dan bayar mahal banget 400 ribuan biaya tambal gigi saja. baru saja tiba di parkiran, gigiku mulai terasa nyut-nyutan, aku pikir mungkin memang begini kali ya.

malamnya…. babak baru dimulai. rasa nyut-nyutan gigiku makin menggila, gak ada yg bisa ku lakukan selain menangis,, mata sakit, kepala sakit apalagi area mulut gak usah ditanya. paginya aku langsung menghubungi dokter xxxx untuk minta pertanggungjawabannya karena setelah penambalan yg ia lakukan penderitaanku semakin menjadi ditambah bibir, gusi, pipi, dan hidung yg membengkak parah. jangan tanya aku bisa makan atau tidak ya, menggerakkan bibir saja sakit. ohy plus mata ku yg bengkak karena menangis semalaman hingga pagi.

pagi2 aku diantar oleh teman ke rumah sakit itu lagi, bertemu dg dokter itu lagi. meski cantik tapi bagi ku kali ini dokternya berubah horor, ya karena merubahku jadi si buruk rupa. sebelumnya aku sms dokter itu mengatakan bhw bukankah sebaiknya sebelum ditambal seharusnya dokter membersihkan gigiku, merawat dll? knp langsung ditambal?? memang bukan sepenuhnya salah sang dokter karena pas kunjungan pertama aku gak bawel dan menanyakan kenapa ia langsung menambal gigiku?

duh bener2 deh kapok banget ke sana. dan ternyata setelah kunjungan ke dua itu aku harus kunjungan ketiga keempat dan seterusnya dikarenakan harus berobat syaraf dan gigiku sudah bernanah,,, very sad…. tibalah kunjungan terakhir dimana aku ditambal dan free kecuali kunjungan kedua ketiga dst yg perawatan syaraf yg menghabiskan uang 1 jutaan lebih pemirsaaaa…. mungkin kalian bisa langsung menyimpulkan ini MAL PRAKTEK! aku juga berpikir begitu, tapi yasudahlah terlalu lemah dan lunglai untuk berkoar2 MAL PRAKTEK. aku lbh fokus bgmn si dokter itu bertanggung jawab!

padahal dokternya ramah2,,, peralatannya jg spertinya higienis dan lingkungan yg bersih, tpi sayang kualitas dokternya masih sangat jauh dari yg diharapkan dan berpeluang membahayakan pasien.

dan ternyata,,, bukan hanya aku saja yg mengalami hal serupa, kakak temen 1 kantor ku saat berobat kesana oleh dokter yg berbeda juga berakhir sama dg ku, giginya yg telah ditambal menjadi bernanah. dan satu orang lagi yg aku temui di blog  menceritakan bgm ia harus menahan sakit ketika di rontgen, proses yg sgt tdk nyaman, dan diagnosa oleh dokter yg sama dg dokter yg menangani kakaknya temen kantorku, mengatakan ia tidak apa2 padahal saat ia ke dokter lain dari hasil rontgen diketahui ada lubang yg mengharuskannya rawat syaraf.

Jadi, kata siapa ke dokter gigi menyeramkan?? the answer is ME,,, *dimaafkan aja ya coz pengalaman buruk yg sudah ku alami tersebut mbuat diri berkata “Dentist can be a Monster” 😥

harus cerdik ya kawan2…… jgn langsung percaya ma dokter yg juga seorang manusia. dan mahalnya biaya berobat itu belum menjamin bahwa kualitas yang diterima sebanding dengan tingginya biaya yg harus dibayarkan!!!

NB: sengaja aku gak sebutin nama rumah sakitnya coz gak mau deh kayak prita yg akhirnya bermasalah hukum padahal pihak RS lah yg seharusnya di beri sanksi karena kecerobohan yg dilakukan BERULANG KALI oleh dokter2 nya!