Tragedi Amplop


sudah seminggu ini kepala rasanya nyut-nyutan,, kadang merasa kesal dan takjub akan diri sendiri yang “kok bisa” lupa dengan banyak hal… jadi ceritanya, seminggu yang lalu amplop coklat berisi surat tugas diklat, SK penempatan, dan Fotocopy SK CPNS raib bak ditelan bumi. karena sadar bahwa diri ini pelupa, maka berkas2 tersebut disatukan dalam amplop dan disteples agar tak tercecer. walahdalah,,, malah seamplop-amplopnya hilang kabeh… padahal lusa sudah harus berangkat diklat. didalam hati sebenernya gak terlalu panik, ntahlah santai saja saat pertama tau amplop tersebut raib. namun hari jumat ini panik mulai melanda karena lusanya sudah diklat khawatir gak jadi diklatnya hanya karena gak bawa ST! :cry

meja kerja sudah dibongkar, segala arsip di liat-liat lagi, begitupula dengan menja temen kantor yg bersebelahan denganku, sudah tak cari-cari (sekalian ngerapihin sih) hasilnya 😥  rumah pun sudah digeledah begitu juga dengan tempat-tempat yg disuspect seperti mushollah, nursery room tetep gak ketemu juga. nanya temen2 kantor, samapai OB juga gak ada yang pernah liat itu amplop coklat 😕

tak tau harus mencari kemana lagi/bertanya ke siapa lagi, akhirnya aku ngopi ST temenku, dan minta ST ke bagian kepegawaian berharap dapat cap basah, coz kata temenku yg sudah diklat ST ini untuk SPPD waahh rugi bandar deh klo gak ada ST,, hiks… ternyata yg didapat pun hanya print-an tanpa cap basah :oops

shalat duha pagi ini dijalankan, dengan memperbanyak istighfar, mungkin keteledoran ini diakibatkan diri yang terlalu banyak salah hingga ingatan mudah sekali memudar,, Ya Allah ampuni hamba,,, :cry

kembali mengingat, namun tetap sama, bayangan ingatan ku berhenti pada amplop coklat yang telah ku steples dan diletakkan di meja.. tak ada ingatan apapun lagi setelahnya…

begitu tiba di ruang kerja (ini ceritanya selepas balik dari bag. kepegawaian), Gtalk berkedip-kedip,,,

Windyanitasari:

“Mba Tiara, ada amplop kayaknya ketinggalan, amplop coklat ditujukan untuk Mba, ada di Puslay”

tanpa membalas, aku langsung capcus ke Puslay (pusat layanan),,, di sana ada mas deri, dan mba windi,, Syukur alhamdulillah benar itu amplop coklat yang ku cari,,, rasanya berbunga-bunga 😀

Oh,,, rupanya amplop itu sudah hampir seminggu direceptionist! dan tetap aku gak inget bagaimana tuh amplop bisa ada di sana… ingatanku masih blank,,,, zonkk,,,,

sudahlah yang terpenting amplop beserta isinya aman damai sentosa 😀

Alhamdulillah,,, kuasa dan pertolongan Allah datang tepat pada waktunya 🙂

Iklan

berjuang mencari rizki


biarlah ngacak2 dan gak berurutan postingannya,, yang penting nulis.. 😛

aku mau berbagi pengalaman luar biasa dalam menjalani kehidupan berumah tangga dan sebagai calon ibu. semoga nanti nizam baca yah bagaimana perjuangan bunda untukmu sayang…

aku masih aktif bekerja (saat itu OJT PNS Kemenkeu) hingga usia kandungan menginjak 9 bulan, pekerjaan tidak ada yang berat karena masih dalam masa pelatihan/training. namun titik perjuangannya ada sebelum dan sesudah bekerja. kala itu aku dan suami masih mengontrak rumah di bojongsari-depok sedangkan kantor berada di senen-jakarta pusat. setiap hari berangkat subuh jam 5 dengan motor, membawa perut besar dua nyawa tentulah tidak mudah. berkali-kali ban motor kami mengalami kebocoran, ingat betul dihari pertama masuk kerja aku telat 1,5 jam karena ban bocor tsb. sudah tak terhitung berapa tambalan yang ada, akhirnya mengganti ban yg tidak sedikit pula biayanya. rute yg kami lewati sungguh mengerikan kadar macetnya. tidak ada pilihan lain bagi kami selain naik motor. teman2 dan orang2 terperangah mengetahui aku naik motor dibonceng suami setiap hari dg waktu tempuh paling cepat 1 jam (dengan catatan harus berangkat paling telat jam 5 subuh, kalau lewat dikit aja dari itu bisa2 kejebak macet yang parah) dan 2 hingga 3 jam di malam hari. sungguh kalau tidak sabar mungkin sudah stress gila bisa-bisa. rasa capeknya luar biasa.

apakah dzholim dg debay? insyaAllah gak.. niat ku baik, dan selalu mensugesti diri dg pikiran2 positif. mengajak debay bicara dan senantiasa mengelus perut, dan berdoa untuk keselamatan kami bertiga.

kalau ada yang bertanya “kenapa harus nekat begitu? kenapa gak naik kendaraan lain saja?”
sebenernya beberapa orang bertanya hal yg sama. mereka bertanya tentu bagian dari perhatian ataupun keprihatinan. menurutku dan suami memang naik motor dg dibonceng suami sendiri adalah cara satu2nya. meski bisa naik bis APTB ke ciputat dulu atau naik kereta di stasiun pondok ranji, atau naik kopaja dari lebakbulus. semuanya tetap saja akan bertemu kemacetan dan datang2 bisa telat juga, karena jam masuk kantor 7.30 beda dg kantor2 PNS lainnya yg masuk jam 8 atau bahkan jam 10 hehe. gonta ganti kendaraan juga pusing. bismillah naik motor tak apalah juga bisa mengirit ongkos maklum aku sudah resign jadi satu2nya pemasukan hanya mengandalkan dari suami. padahal kami harus hemat2 untuk persiapan lahiran dan mengontrak rumah baru di seputaran jakarta pusat.
semuanya harus dimulai dari NOL. hanya modal keyakinan saja bahwa Allah akan mempermudah, melindungi, dan memberkahi tiap tetes keringat dan rasa lelah ini. jadi siapa bilang jadi PNS itu wueenaakk,, apalagi aku masih calon CPNS ya serba gak enak wong saat itu digaji saja belum tapi sudah masuk ke kantor untuk pelatihan dan magang. saat ini juga (sudah hampir 5 bulan kerja) belum mendapat gaji baru honor yang tak seberapa yang kalau dipakai habis untuk bayar pengasuh dan tisu basahnya nizam. insyaAllah kedepannya akan lebih baik walau masih belum jelas kapan waktu prajabatan dan perolehan SK yang penting mengenal suasana kerja dulu dan menyerap ilmu.
tak jarang aku dan suami kehujanan, tidak satu haripun aku gak masuk. pernah suatu hari jas hujan yang kami pakai tembus, basah kuyup. untungnya aku pakai baju putih hitam jadi tidak transparan dan siangnya kering dg sendirinya. biasanya kami sudah pakai jas hujan sejak dari rumah untuk mengantisipasi hujan yg mendadak turun. kadang harus berenti di bawah flyover untuk memakai jas hujan. saat belum beli jas hujan yg baru, aku minta suami tukeran jas hujan, suami pake rok aku pakai celana coz duduk ngangkang hehehe…
jam 3 atau jam 4 pagi aku sudah bangun, jika semangat aku akan masak dulu yg ringkes2. lumayan menghemat pengeluaran karena makanan dikantin cukup mahal. jam alarm kami pasang di HP kami takut kalo kebablasan tidur saking capeknya. tiba di rumah lagi pukul 8.30 atau 9 malam, makan malam yang dibeli di warteg atau nasi padang. sesudahnya tergeletak tak berdaya bahkan aku pernah tertidur di ruang tv masih dalam pakaian kerja padahal hanya sekedar ingin rebahan saja menunggu giliran mandi.
seringkali dalam perjalanan pulang aku kekantuk2 hingga suami mencubiti atau dg sengaja menjedutkan helmnya ke helmku agar aku bangun, atau berhenti sebentar sekedar utk membangunkanku. atau aku bercerita tentang apa saja agar aku tidak tidur di atas motor, walau kadang suami hanya mampu mengatakan “ya” “ya” dan “ya” hehehe. sabtu minggu adalah hari yang sangat membahagiakan karena kami bisa tidur dg pulasnya.. hari sabtu biasanya dipakai utk tidur seharian, balas dendam ceritanya 😛 karena waktu tidur kami hanya singkat kalau weekdays dg beban lelah yg luar biasa.
itu hanya sekelumit perjuangan kami,,,

Dari Atas Kembali Ke Atas


Yuhuuyyy dari atas kembali ke atas,,, dari yang asalnya kerja di ruang lantai 4 kini-setelah 4 kali pindah-kembali ke lantai 4.

Sempet ngotot-ngototan nih ma temen kantor. belum genep 1 hari duduk di meja baru, eh diminta pindah ke ruang sebelah yg masih lt.4. aduhhh,,,, stop deh buat aku pindah pindah gini…. gak mau ya pindah lagi…. kalo harus pindah ya pindah kantor aja sekalian hahaha….

selamat kembali ke ruang ini! dari atas kembali ke atas 😛